Logo merupakan gambar dengan arti serta filosofi tertentu, dan mewakili perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan hal lainnya. Selain itu, logo memiliki berbagai jenis dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan karakteristik tertentu. Pada dasarnya logo memiliki 5 unsur dasar yaitu; Kesatuan (berhubungan), Dominasi (daya tarik), Irama (berkesinambungan), Proporsi (enak dipandang) dan Keseimbangan (sama).
Logo adalah bagian kecil dari identitas brand yang dapat di tangkap oleh penglihatan manusia, terdapat dua faktor utama yang menunjang filosofi sebuah logo yaitu adalah bentuk dan identitas warna. Perlu di ingat bahwa penglihatan hanyalah salah satu bagian dari indra manusia yang sebagai saluran komunikasi antara brand dan konsumen. Selain itu, brand terkadang menggunakan indra pendengaran atau indra penciuman melalui bau.
Terdapat setidaknya 10 konsep desain logo yang harus dipahami seorang desainer beserta filosofi bentuknya:
- Wordmark
- Logotype
- Lettermark atau Monogram
- Symbols
- Abstract Marks
- Maskot
- Kombinasi Simbol dan Tulisan
- Emblem
- Logo Berkontur Geometris
- Logo Dinamis
Selain mengambil acuan kategori tersebut terdapat dua hal yang sangat penting pada sebuah desain logo brand. Pertama, tujuan dan alasan yang jelas karena logo juga menjadi sebagai identitas dari perusahaan anda. Kedua adalah mengikuti perkembangan jaman dengan tetap mengikuti tren karena dunia yang selalu berubah dan trend yang selalu berganti maka dari itu perlu mencermati perkembangan desain logo dengan saksama.
1. Wordmark
Wordmark adalah logo berbasis font sederhana yang berfokus pada nama lengkap merek. Ini pada dasarnya adalah logo tipografi yang menggunakan font atau gaya unik untuk menulis nama merek tanpa grafik, makna, atau intervensi simbolik yang signifikan. Akan tetapi, wordmark menggunakan font yang sedikit berubah untuk mencapai tujuan desainer.
Selain itu, Wordmark adalah pilihan yang baik jika nama brand atau merek pendek dengan 3 suku kata atau kurang seperti Facebook dan Google. Walaupun begitu konsep ini tidak begitu populer untuk perusahaan yang memiliki nama panjang seperti Pricewaterhouse Coopers (PwC) atau Bayerische Motoren Werke (BMW).
Namun, tidak ada salahnya menggunakan bentuk wordmark walaupun suku kata pada mereka panjang tetapi merupakan kata yang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang baik untuk konsep desain logo ini adalah Coca-Cola. Meskipun namanya memiliki lebih dari tiga suku kata, tidak sulit untuk mengingat namanya.
2. Logotype
Logotype sangat mirip dengan Wordmark dari tampilannya. Akan tetapi satu-satunya faktor yang membedakannya adalah terdapatnya simbol di dalam desain teks. Simbol ini terkadang tersembunyi di dalam kata tersebut dan hanya dapat terlihat oleh segelintir orang yang memperhatikan logo perusahaan dengan lebih teliti.
Misalnya logo FedEx, sekilas logo hanya berupa tulisan saat melihatnya pertama kali. Tetapi setelah memperhatikan dengan seksama maka akan terlihat panah tersembunyi di ruang putih antara huruf E dan X, adalah simbol untuk disampaikan pada alam bawah sadar yang memiliki arti kecepatan dan ketepatan. Selain itu contoh lain dari perusahaan yang menggunakan konsep logo ini adalah LG dan Amazon.
3. Lettermark atau Monogram
Lettermark atau monogram adalah logo yang hanya terdiri dari huruf atau sebuah inisial. Contohnya seperti perusahaan teknologi IBM (Mesin Bisnis Internasional) hal ini karena nama perusahaan yang panjang jika merek menggunakan konsep wordmark atau konsep lain untuk logonya, maka logo IBM akan sulit untuk dikenali.
Seorang desainer tentunya harus memiliki pengetahuan yang baik tentang tipografi dan font. Juga, pastikan inisial logo terbaca saat di publikasikan online atau offline. Konsep logo monogram lebih tepat ketika nama perusahaan tersebut panjang. Sebagai contoh beberapa perusahaan dengan jenis kategori logo ini adalah IBM, CNN, HBO, EA, dll. adalah contoh logo monogram.
4. Symbols / Pictorial Mark / Brand Mark
Konsep logo ini biasanya familiar sebagai logo pada perusahaan dengan nama yang panjang atau susah di ingat. Selain itu juga tidak memiliki singkatan yang terdengar menarik. Contohnya burung biru untuk Twitter, gambar apel yang tergigit. Selain itu simbol kepala dan helm untuk Gojek yang merupakan perusahaan rintisan yang berasal dari Indonesia yang di kembangkan oleh Entrepeneur Indonesia.
Berbeda seperti konsep logo sebelumnya menggunakan simbol sepenuhnya tergantung pada kebijaksanaan pemilik dan tidak ada aturan ketat kapan menggunakannya. Namun kebanyakan ahli sangat menyarankan tetap menuliskan nama merek di bawah logo yang berupa simbol ini telebih jika terhitung baru merek baru, dan tidak semua orang mengenalinya.
Keuntungan yang signifikan dari memilih tanda bergambar sebagai logo adalah konsep yang sangat imajinatif dan dapat memunculkan emosi dab nilai yang berasal dari sebuah mereka. Jika emosi atau perasaan tersebut tersampaikan dengan baik melalui simbol tersebut maka logo akan sangat mudah teringat di benak konsumen.
5. Abstract Marks
Jenis logo tanda abstrak yang berada di bawah simbol logo bergambar. Tetapi tidak seperti gambar yang kebanyakan seperti logo simbol yang bentuknya berasal dari objek yang familiar dan telah ada sebelumnya. Namun, bentuk desain ini terinspirasi dari bentuk geometris atau benar-benar bentuk abstrak untuk mewakili merek yang sebelumnya tidak memiliki makna yang kuat agar dapat terasosiasi dengan bentuk tersebut.
Beberapa contoh konsep logo ini adalah Pepsi, Adidas, dan Chanel. Karena bersifat simbol abstrak maka untuk penggunaan konsep ini sangat lumrah bersanding tulisan nama merek. Pada aplikasinya tanda abstrak biasanya terlihat pada logo perusahaan yang beroperasi pada lebih dari satu industri dan ingin membuat identitas yang benar-benar unik untuk merek Anda.
6. Maskot
Konsep maskot adalah jenis logo bergambar yang menggunakan karakter bergambar baik karakter fiktif atau karakter non fiktif. Oleh karena itu konsep ini sering kali menggunakan pemilik atau salah satu pendiri perusahaan mewakili perusahaan. Maskot adalah pilihan yang baik ketika perusahaan ingin melayani dan menarik bagi keluarga dan anak-anak karena lebih bersifat ramah dan menyenangkan.
Maskot tidak hanya berfungsi sebagai logo tetapi juga dapat berguna sebagai duta atau ikon sebuah merek. Logo KFC misalnya, logo perusahaan ini adalah gambar pendirinya, Kolonel Sanders. Menjadi maskot dan kemudian mengubahnya menjadi logo mereka. Selain itu contoh lain termasuk burung hantu dan kantong belanja pada logo Tokopedia, maskot Wendy yang mewakili seorang ibu, dan Reddit’s Snoo.
7. Kombinasi Simbol dan Tulisan
Tanda kombinasi adalah perpaduan dari gambar dan penulisan kata yang menjadi satu kesatuan. Dalam istilah sederhana, ini merupakan gabungan simbol dan teks. Logo Burger King misalnya, logo perusahaan makanan cepat saji ini berupa simbol serta nama merek yang membuatnya terlihat seperti Burger. Sebagai contoh perusahaan dengan tanda kombinasi sebagai logo mereka adalah Doritos, Lacoste, Mastercard, dll.
8. Emblem
Sekolah dan Universitas terlihat sering menggunakan konsep bentuk emblem pada logo mereka, ini merupakan salah satu konsep logo tertua di dunia. Konsep Ini termasuk menambahkan nama merek (dan kadang-kadang slogan) di dalam simbol atau ikon. Hal yang akan membuat emblem menonjol adalah pandangan tradisional mereka seperti contoh logo Harvard dengan ‘Harvard’ dan ‘Veritas’ yang tertulis pada perisai klasik.
Emblem adalah pilihan yang baik jika ingin mengadopsi indentitas sebagai merek klasik yang memiliki sejarah panjang atau masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional. Misalnya, beberapa contoh lain dari penggunaan emblem sebagai logo adalah BMW Devil’s Backbone, dan Harley Davidson.
9. Logo Berkontur Geometris
Kata berkontur adalah logo dengan nama merek yang terdapat dalam bentuk geometris. Yang mana logo-logo ini memanfaatkan psikologi dan filosofi bentuk geometris dalam prinsip desain logo. Oleh karena itu hal ini bermanfaat untuk memperkuat identitas merek. Contohnya, merek yang menggunakan kata berkontur sebagai logo mereka adalah Samsung, Denny, Ikea, IMDB, dan BBC, dll.
Kata-kata yang berkontur adalah alternatif yang baik untuk penanda kata atau logo karena mereka membawa manfaat bentuk juga. Selain itu, simbol dengan bentuk geometri lingkaran melambangkan kelengkapan, cinta, keabadian. Sementara struktur empat sisi menggambarkan kepercayaan, stabilitas, dan keseragaman.
10. Logo Dinamis / Adaptable
Logo dinamis adalah salah satu jenis logo baru, yang dapat beradaptasi sesuai dengan konteksnya. Yang mana konsep ini memerlukan elemen serta warna yang kuat sehingga dapat terlihat jelas dan terindentifikasi. Sebagai contoh, Logo Mit Media Labs termasuk dalam kategori ini. Mit Media Labs memiliki lebih dari 40.000 variasi logo, yang dapat berdiri secara terpisah sesuai dengan konteksnya.
MENGARTIKAN SEBUAH LOGO
Ini ada bacaan menarik nih buat yang pingin tau lebih tentang arti sebuah logo…saya juga baru baca hehe…dapet dari salah satu anggota milis hello;motion yang memiliki nickname “fajrigraf” (thanks untuk bacaannya). Bagus nih buat yang masih pada kuliahan ato bekal presentasi ke klien…lumayan menambah kosakata untuk ngecap he he…
Elemen Estetis Pembentukan Logo
Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.
Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :
The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.
Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain.
Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain sebagai berikut :
GARIS
BENTUK
WARNA
TIPOGRAFI
GARIS
Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.
Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.
Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 – 10 SM) yang berupa goresan-goresan.Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi.
SUASANA DALAM GARIS
Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk ‘S’, atau yang sering disebut ‘line of beauty’ maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut.
Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya :
Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.
Lengkung S : Grace, keanggunan.
Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.
Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.
Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.
Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.
Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.
Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.
Spiral : Kelahiran atau generative forces.
Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.
Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.
Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.
Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.
Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.
Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.
Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.
Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.
Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 – 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype. Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik.
BENTUK
Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elip dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya.
Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania.
Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka.
Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung.
Segitiga, merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambing dari raga, pikran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan.
Yin Yang, merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jeapng disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan � Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana � Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari � Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin � Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan.
WARNA
Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :
Warna menurut ilmu Fisika.
Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.
Warna menurut ilmu Bahan.
Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum.
Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.
Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :
Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.
Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.
Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.
TIPOGRAFI
Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah :
Typography can defined a art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum the reader’s.
Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Perkembangan tipgrafi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.
Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :
Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.
Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.